Minggu, 27 Oktober 2013
SUCCESS :)
Sukses adalah kata yang diimpikan oleh semua orang dan merupakan sebuah pilihan hidup. Manusia adalah makhluk pencipta kesuksesan. Manusia selalu lapar dan dahaga akan kesuksesan, apa pun makna sukses tersebut baginya. Prestasi-prestasi besar dalam sejarah seperti piramida para Firaun di Mesir, tembok besar di Cina, kompleks Taj Mahal di India, atau candi Borobudur di Indonesia adalah monumen akan hebatnya karya akal budi manusia yang selalu ingin mencapai keberhasilan terjauh, tertinggi, atau terbesar.
Gambar Kunci Meraih Kesuksesan
1. Niat
Hal pertama yang wajib anda miliki adalah niat. Awalilah dengan niat yang kuat untuk melakukan usaha dengan sungguh-sungguh. Niat anda memiliki daya dorong yang luar biasa untuk memperoleh kesuksesan, niat juga menentukan diterima tidaknya suatu amal manusia, oleh karena itu anda harus meluruskan niat anda agar dibimbing oleh Allah SWT menuju kepada kesuksesan. Niat yang tulus dan benar akan melahirkan suatu motivasi dalam meraih suatu kesuksesan dan menghantarkan seseorang pada tujuan yang dicita-citakannya
2. Ikhlas
Orang sukses melakukan segala hal dengan hati yang ikhlas dan menikmati apa yang sedang mereka lakukan. Mereka mampu melihat pekerjaan sebagai sebuah kesenangan. Dengan itu anda tidak akan pernah bosan dan terbebani dalam melakukan usaha/pekerjaan anda.
3. Bekerja Keras dan Berusaha diatas rata-rata dari orang lain.
Anwar Fuadi seorang penulis novel best seller “Negeri 5 Menara” dan “Ranah 3 warna” adalah seseorang yang mengaku memiliki kunci kesuksesan yang bernama “Man Jadda Wajada” Siapa yang bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil”.
4. Berdoa
Dengan berdo'a kita dituntut untuk lebih mendekatkan diri terhadap sang Pencipta dan yang pasti dengan kita semakin dekat dengan-Nya maka akan semakin dekat pula kesuksesan itu.
5. Sabar dan Tawakal
Dan yang terakhir adalah tawakal menyerahkan semuanya hanya kepada Allah SWT. Karena, hanya Dialah pemberi segala kesuksesan, pemberi segala yang kita inginkan.
Sabtu, 28 September 2013
Pentingnya Organisasi
Sebagai seorang mahasiswa tentu kita memiliki pola pemikiran yang berbeda dengan pelajar-pelajar lainya karena sudah jelas titelnya “mahasiswa” yang artinya siswa yang paling tinggi yang memiliki pandangan tersendiri terhadap berbagai hal.memiliki argumen tersendiri dalam suatu masalah dengan sudut pandangnya sendiri pula. Peran mahasiswa dan pemuda di negeri kita ini tidak perlu diragukan lagi sejak jaman perjuangan memperebutkan kemerdekaan pemuda indonesia bersatu untuk membuat sumpah pemuda dan merebut kemerdekaan,selain itu peran pemuda yang tidak kalah penting peristiwa penumbangan orde lama dan lahirnya orde reformasi adalah peran mahasiswa yang memiliki satu misi yang sama yang membuat sebuah pergerakan massif yang akhirnya berhasil menurunkan pemerintahan yang otoriter saat itu.
Pembentukan pola pikir dan ideologi mahasiswa tidak serta merta timbul begitu saja,melainkan didapatkan dari banyaknya bertemu dan mempelajari pemikiran pemikiran dan pemahaman pemahaman dan salah satu yang membentuk pola pikir mahasiswa adalah organisasi,di dalam organiasasi baik yang intra maupun ekstra kampus mahasiswa dapat mengembangkan pola pikirnya serta dapat melatih skill mereka dalam bersosialisasi dan berorganiasasi.
sumber gambar:arahkiri2009.blogspot.com
Selain itu dengan mengikuti organiasasi secara tidak langsung kita dilatih untuk berhadapan dengan adu argumentasi dari anggota lain baik dalam mengutarakan pendapat maupun saat berbeda pendapat di suatu rapat dan hallain, ini bisa meningkatkan pengalaman kita dalam menghadapi karakter orang yang berbeda beda,di organiasasi pula kita bisa mendapatkan rekan-rekan dan senior-senior yang bisa kita jadikan teman sharing baik dalam pelajaran maupun dalam hal-hal lainya.organisasi memang sangat membentuk karakter seseorang terutama pemuda dan mahasiswa namun tidak mungkin kita memilih semua organisasi di kampus karena keterbatasan waktu dan diri kita sendiri.
sumber : organisasi mahasiswa
I Hope ???
Katanya...
Semkin bertambah umur, semkin dituntut untuk memilih, ya Tuhan berikan aku jalan &
petunjuk-Mu untuk memutuskan pilihan yang terbaik . Amin!
Kamis, 11 Juli 2013
Tulisan #Manusia sebagai Makhluk Sosial
A. Pengertian Makhluk Sosial
Manusia sejak awal kelahirannya adalah sebagai makhluk sosial (ditengah keluarganya). Makhluk yang tidak dapat berdiri sendiri tanpa bantuan orang lain. Manusia memerlukan mitra untuk mengembangkan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan. Sebagai individu, manusia dituntut untuk dapat mengenal serta memahami tanggung jawabnya bagi dirinya sendiri, masyarakat dan kepada Sang Pencipta.
Meskipun banyak spesies berprinsip sosial, manusia sebagai makhluk sosial akan membentuk kelompok berdasarkan ikatan/pertalian genetik, perlindungan-diri, atau membagi pengumpulan makanan dan penyalurannya, manusia dibedakan dengan rupa-rupa dan kemajemukan dari adat kebiasaan yang mereka bentuk entah untuk kelangsungan hidup individu atau kelompok dan untuk pengabadian dan perkembangan teknologi, pengetahuan, serta kepercayaan. Identitas kelompok, penerimaan dan dukungan dapat mendesak pengaruh kuat pada tingkah laku individu, tetapi manusia juga unik dalam kemampuannya untuk membentuk dan beradaptasi ke kelompok baru.
Manusia sebagai makhluk sosial artinya manusia sebagai warga masyarakat. Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat hidup sendiri atau mencukupi kebutuhan sendiri. Meskipun dia mempunyai kedudukan dan kekayaan, dia selalu membutuhkan manusia lain. Setiap manusia cenderung untuk berkomunikasi, berinteraksi, dan bersosialisasi dengan manusia lainnya. Dapat dikatakan bahwa sejak lahir, dia sudah disebut sebagai makhluk sosial.
B. Tujuan Manusia Bersosialisasi dengan Manusia lain
Tujuan sosialisasi secara esensial (secara pokok) adalah untuk dapat mengantarkan manusia pada kebutuhan dan tuntutan untuk dapat terus bertahan hidup di bidang fisik maupun sosial budaya (Stephan & Stephan, 1990).
Dalam konteks fisik, proses sosialisasi harus dapat membekali manusia dengan kemampuan-kemampuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan biologis dasar yang diperlukan untuk terus hidup dalam lingkungan fisik mereka.
Dalam konteks sosial budaya, proses sosialisasi harus dapat membantu manusia dengan pemahaman tentang sistem norma dan peran yang dikembangkan dalam masyarakat.
Adapun tujuan pokok dari pada sosialisasi (buku sari sosiologi) adalah :
1. Memberi ketrampilan yang dibutuhkan seseorang dalam kehidupan ditengah-tengah masyarakat.
2. Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berkomunikasi secara efektif.
3. Membantu seseorang mengendalikan fungsi-fungsi organik melalui latihan-latihan mawas diri yang tepat.
4. Menanamkan kepada seseorang nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat.
C. Dasar-dasar Struktur Sosial
Dalam mengamati berbagai berbagai peranan sosial, antropologi sosial biasanya menggunakan model tertentu dalam melakukan pendekatannya. Antara lain melalui konsep integrasi sosial. Konsep ini melihat bahwa terdapatnya hubungan dan saling mempengaruhi di antara tingkah laku sosial, kekuatan dan kelemahan pada suatu unit system kekerabatan yang mana semua itu berada dalam suatu bangunan sosial atau struktur sosial.
Struktur sosial biasanya meliputi dasar-dasar keluarga, perkawinan, sistem kekerabatan, status dan peranan sosial, stratifikasi sosial, himpunan yang berdasarkan kelompok usia dan keturunan, organisasi sosial. Struktur sosial mencakup berbagai macam kelompok sosial, termasuk di dalamnya pranata sosial atau sosial institution.
D. Faktor yang Mempengaruhi Sosialisasi
Sosialisasi bekaitan erat dengan kepribadian. Hal ini karena kepribadian terbentuk sebagai hasil sosialisasi individu terhadap apa yang ada disekelilingnya seperti nilai, norma, kebiasaan, adat-istiadat kebudayaan.
Ada lima faktor yang menjadi dasar perkembangan kepribadian (sosialisasi) yaitu :
1. Sifat dasar, yaitu suatu sifat dari keseluruan potensi yang diwariskan dari ayah dan ibunya.
2. Lingkungan prenatal, yaitu lingkungan dimana dia sebelum lahir (ketika dia masih didalam rahim sang ibu. Pada saat ini dia dapat pengaruh dari ibunya seperti jenis penyakit, gangguan enduktrin yang bisa mengakibatkan gangguan mental, srtuktur tubuh seperti cacat, kidal, dan sebagainya.
3. Perbedaan perorangan (individu), yaitu bayi yang tumbuh dan berkembang sebagai individu yang unik dan berbeda dengan individu-individu yang lain.
4. Lingkungan, yaitu kondisi disekitar individu yang mempengaruhi rasa sosialisasinya yang meliputi : lingkungan alam, lingkungan kebudayaan, lingkungan manusia lain dan masyarakat disekitarnya.
5. Motivasi, yaitu kekuatan dari dalam individu yang menggerakkannya untuk berbuat sesuatu.
Sumber:
http://nabil-maududi.blogspot.com/2012/11/manusia-sebagai-makhluk-sosial.html
Kamis, 23 Mei 2013
Tulisan 5 #Manusia dan Keadilan
Meski Terbukti Bersalah, Rasyid Rajasa Divonis Hukuman Percobaan
Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur memutuskan Rasyid Rajasa terbukti bersalah dalam kecelakaan di Jalan Tol Jagorawi awal tahun baru lalu. Namun hakim memberikan vonis kepada putra bungsu Menko Perekonomian Hatta Rajasa itu dengan hukuman percobaaan.
"Menyatakan terdakwa bersalah. Dengan adanya hukum yang berkembang di masyarakat, maka terdakwa dijatuhkan hukuman bersyarat, yaitu 6 bulan hukuman percobaan, dan pidananya hukuman 5 bulan," ujar Ketua Majelis Suharjono di PN Jakarta Timur, Jl Dr Soemarno, Jakarta, Senin (25/3/2013). Dengan demikian dia tidak perlu masuk penjara bila tidak mengulang perbuatan serupa dalam kurun waktu 6 bulan. Jika mengulang, maka dia masuk penjara selama 5 bulan.
Usai persidangan, Rasyid langsung berjalan ke depan menyalami tiga orang hakim. Setelah itu tanpa bicara sedikit pun, Rasyid yang mengenakan kemeja warna putih ini langsung meninggalkan ruang sidang.
Ia pergi melalui pintu belakang sambil ditemani kuasa hukumnya. Tidak lama berselang, Ibu Rasyid, Oktiniwati Ulfa Dariah Rajasa, juga menyusul anaknya keluar.
Baik Rasyid maupun jaksa diberi waktu selama tujuh hari untuk pikir-pikir mengajukan banding atau tidak. Ia dianggap terbukti melanggar Pasal 310 ayat 4 UU tentang kecelakaan lalu lintas akibat mengendarai kendaraan dengan lalai dan subsider pasal 310 ayat 2.
Sebelumnya, Rasyid Rajasa dituntut 8 bulan penjara dengan masa percobaan selama 12 bulan penjara akibat tabrakan maut yang terjadi 1 Januari 2013 lalu antara BMW X5 dan Luxio yang diketahui merupakan angkutan umum gelap.
PENGERTIAN:
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.
Penggolongan manusia yang paling utama adalah berdasarkan jenis kelaminnya. Secara alamiah, jenis kelamin seorang anak yang baru lahir entah laki-laki atau perempuan. Anak muda laki-laki dikenal sebagai putra dan laki-laki dewasa sebagai pria. Anak muda perempuan dikenal sebagai putri dan perempuan dewasa sebagai wanita.
Penggolongan lainnya adalah berdasarkan usia, mulai dari janin, bayi, balita, anak-anak, remaja, akil balik, pemuda/i, dewasa, dan (orang) tua.
Selain itu masih banyak penggolongan-penggolongan yang lainnya, berdasarkan ciri-ciri fisik (warna kulit, rambut, mata; bentuk hidung; tinggi badan), afiliasi sosio-politik-agama, hubungan kekerabatan (keluarga: keluarga dekat, keluarga jauh, keluarga tiri, keluarga angkat, keluarga asuh; teman; musuh) dan lain sebagainya.
Keadilan adalah kondisi kebenaran ideal secara moral mengenai sesuatu hal, baik menyangkut benda atau orang. Menurut sebagian besar teori, keadilan memiliki tingkat kepentingan yang besar. John Rawls, filsuf Amerika Serikat yang dianggap salah satu filsuf politik terkemuka abad ke-20, menyatakan bahwa "Keadilan adalah kelebihan (virtue) pertama dari institusi sosial, sebagaimana halnya kebenaran pada sistem pemikiran" [1]. Tapi, menurut kebanyakan teori juga, keadilan belum lagi tercapai: "Kita tidak hidup di dunia yang adil" [2]. Kebanyakan orang percaya bahwa ketidakadilan harus dilawan dan dihukum, dan banyak gerakan sosial dan politis di seluruh dunia yang berjuang menegakkan keadilan. Tapi, banyaknya jumlah dan variasi teori keadilan memberikan pemikiran bahwa tidak jelas apa yang dituntut dari keadilan dan realita ketidakadilan, karena definisi apakah keadilan itu sendiri tidak jelas. keadilan intinya adalah meletakkan segala sesuatunya pada tempatnya.
Jadi Menurut saya keadilan itu adalah hak setiap orang, semua manusia saja disetarakan oleh Tuhannya, tetapi kenapa manusia derajatnya berbeda-beda dimata setiap manusia? seperti pada contoh kasus diatas, saya melihat ada keadilan yang cenderung memihak kepada orang yang memiliki pangkat atau terpandang dimata orang orang. apabila hukum diatas segalanya seharusnya orang takut akan hukum bukan takut pada derajat seseorang.
Kasus Rasyid Rajasa adalah kasus yang sangat sangat mengucilkan masyarakat kecil, sudah jelas bahwa Rasyid menbrak mobil hingga pengemudi lainnya tewas, itu adalah hukum pidana dan harus dipenjarakan berdasarkan pasalnya. tetapi yang saya tangkap disini bahwa setiap pasal tidak berlaku saat Hakim memutuskan keputusan bahwa Rasyid hanya menerima hukuman percobaan dan tidak dipenjarakan. walaupun sang hakim tidak menerima 'suap' dari ayah dari Rasyid tapi di kasus ini Hakim terkesan takut dan ingin mendapat reward dari keluarga Rajasa.
SUMBER : http://news.detik.com/read/2013/03/25/142413/2202933/10/meski-terbukti-bersalah-rasyid-rajasa-divonis-hukuman-percobaan
http://id.wikipedia.org/wiki/Keadilan
http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia
Tulisan 4 #Manusia dan Pandangan Hidup
Dukun dan Guru Spiritual
Jakarta - Pekan-pekan ini jagat warta dipenuhi persoalan metafisika. Dari santet yang pro-kontra masuk dalam pembahasan revisi KUHP, dan Adi Bing Slamet yang 'marah' membuka kedok Eyang Subur. Adakah dukun itu? Benarkah santet itu?
Saya tersenyum mendengar paparan 'penyadaran' Adi Bing Slamet. Saya juga tergelak tatkala kakak Iyut ini menceritakan Nurbuat melakukan ritus aneh. Tapi adakah syarat aneh dan tingkah aneh itu aneh di kalangan selebritas kita? Tidak ! Di balik glamoritas para artis dan aktris kita, keanehan itulah yang 'momong' batin mereka. Juga di balik garang dan arogansi para penguasa, ada figur aneh yang berperanan 'menjaga' eksistensi mereka.
Dalam dunia mistik dikenal dua jagat. Jagat cilik dan jagat gede. Makrokosmos dan mikrokosmos. Makrokosmos dikaitkan dengan tampilan phisik. Sedang mikrokosmos diasosiasikan sebagai batin. Phisik kuat taklah kuat tanpa ditopang keyakinan. Tapi sebaliknya, keyakinan kuat akan mengalahkan phisik yang lemah. Itulah yang disebut spirit, yang mempunyai energi ekstra dalam menghadapi berbagai aral dan onak kehidupan.
Eksistensial dua jagat ini tidak pernah bertemu. Itu karena jalan yang harus dijalani memang beda. Yang satu dihidupi ambisi dan keinginan bersifat duniawi. Yang satu lagi disemaikan spirit melepas dominasi duniawi. Disiplin dua-duanya pun beda. Yang satu bertumpu pada akal, kalkulasi logis, berseberangan dengan hitung-hitungan rasa. Jika kelak berhasil, maka yang satu berkuasa atas raga, sedang yang lain berkuasa terhadap batin.
Kekuatan keyakinan yang bersifat metafisis ini menurut saya tidak mengenal agama, apalagi politik. Sebab dasar kekuatan itu terletak pada tingkah-laku. Kebaikan yang semakin baik akan menambah kekuatan itu, dan kebaikan yang tercoreng keburukan akan mendegradasinya. Prinsip 'ngelmu kuwi ginawa kanthi laku' (ilmu itu terbawa dari tingkahlaku) seperti suratan Mangkunegara IV dalam Wedhatama terasa benar.
Ada apologia terhadap pandangan ini. Dulu di kalangan Nahdlatul Ulama (NU), saban tiga atau enam bulan sekali dilakukan demo membacok tubuh atau menggoreng sesuatu di kepala. Itu lancar saja berpuluh-puluh tahun. Tapi sejak 'politik' dan 'akal' menggerogori batin mereka, maka semua demo itu berakhir di rumah sakit. Gagal! Ini yang membuat demo seperti itu sekarang dihilangkan.
Saya juga pernah hidup dalam komunitas Suku Sasak di Rambanbiak. Dusun ini dikenal sebagai 'dusun mistik'. Orang sakit tak perlu dibawa ke dokter, tapi melalui ritus penyembuhan yang disebut Pakon. Di tempat ini juga bisa dipakai sebagai wisata menuju 'alam lain'. Syarat ritus harus dipatuhi, akal harus dibuang jauh, dan yang tak masuk akal itu akhirnya 'faktual'.
Saya juga pernah berbulan-bulan hidup bersama Suku Bunak di Pulau Timor. Saya kenal dengan kepala sukunya (Kesar), sarjana, dan rasional. Namun karena dia kepala suku, dia wajib memimpin ritus suku untuk melakukan 'penyembahan' terhadap Uis Pah, Uis Neno, dan Uis Oel. Dewa Tanah, Dewa Matahari, dan Dewa Air. Tiga ritus itu yang paling berat adalah untuk persembahan Uis Neno. Itu harus dilakukan di puncak bukit tegak lurus sambil membawa kerbau atau kambing.
Saya heran bercampur kagum tatkala sang kepala suku yang rasional itu bisa melakukan hal yang muskil itu. Namun saat santai, sang kepala suku ini jujur bicara pada saya, bahwa dia sendiri juga heran dengan apa yang dilakukan. “Saya hanya bilang pada diri sendiri, saya kepala suku, saya ikuti petuah tetua adat, dan ternyata yang menurut logika tak logis itu akhirnya bisa saya tunaikan. Saat-saat seperti itu saya seperti kehilangan kesadaran,” akunya.
Di Bali, seorang balian (dukun) tak sulit untuk mengidentifikasi korban laka-lantas atau pembunuhan. Dengan cara mistik mereka dengan gampang merekonstruksi kejadian itu. Jasa ini yang acap dipakai aparat penegak hukum jika kesulitan melakukan pelacakan. Dengan demikian, jika dirunut, masalah mistik memang masih lekat dengan berbagai suku di negeri ini.
Malah di Banyuwangi, ada rumah mewah di pinggir jalan, yang kalau Anda tahu profesinya akan membuat bulu kuduk Anda berdiri. Itu adalah rumah tukang pelet. Pelet dalam istilah Banyuwangi adalah santet. Mencelakai orang melalui benda-benda tertentu yang dikirim ke dalam tubuh korban, agar yang bersangkutan binasa. Dan praktek seperti ini masih banyak di berbagai daerah Jawa Timur bagian timur ini. Namun adakah dengan fakta itu ancaman hukumannya harus dimasukkan dalam KUHP?
saya setuju dengan yang tak setuju praktek ini dimasukkan dalam revisi KUHP. Sebab jika dilakukan, maka akan banyak fitnah yang masuk pengadilan. Toh untuk menangkal praktek ini cukup mudah bagi yang mau berbuat baik dan beribadah secara benar. Selain, tentu, pasal ini bertolak belakang dari asas hukum, yang bersendi pada bukti material.
Dukun dan santet memang ada dan menjadi bagian dari kehidupan bangsa ini. Banyak yang percaya 'dunia gaib' ini, tersebar dari pejabat tinggi negara sampai rakyat jelata. Saking banyaknya pasien mereka, maka banyak pula aksi tipu-tipu. Tak salah jika Orang Jawa menafsirkan dukun itu sebagai kependekan 'yen ono udune dirukun'. Kalau ada uangnya diakrabi.
Terus bagaimana dong mengukur dukun itu baik dan tidak? Gampang. Karena profesi dukun adalah untuk mencari pahala, soal akherat, maka spiritualis yang benar adalah yang tidak minta duit untuk pekerjaannya. Itulah spiritualis sebenar-benar spiritualis. Spritualis yang dijamin sakti !
Pengertian:
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa arti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Macam-macam sumber pandangan hidup :
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.
(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
Jadi menurut saya tentang pandangan hidup masyarakat Indonesia ini sangat sangat beragam, dari yang idealis modern bahkan yang udah zaman serba teknologi seperti ini masih ada yang berpandangan pada hal-hal yang berbau mistis, Indonesia adalah negara multikultural yang didalamnya banyak sekali memiliki kebudayaan yang bermacam macam. bahkan untuk mendapatkan harta dan jabatan orang modern pun banyak yang menggantungkan nasib mereka ke dukun atau sering disebut guru spiritual.
sumber : http://news.detik.com/read/2013/03/22/102117/2200852/103/dukun-dan-santet
http://angga12casidy.wordpress.com/2011/03/22/tugas-ibd-6-%E2%80%9D-manusia-dan-pandangan-hidup-%E2%80%9C/
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
.jpg)

