Jumat, 04 Januari 2013

Ga suka? yaudah :)


eheemm... maaf ya kalau kata-kata gue agak sensitif hehehe. begini loh, kenapa sih orang banyak mengkritik tapi giliran di kritik balik nggak mau? oke, mengkritik itu hak siapapun. tapi ada batasannya juga kayanya. ini yang gue sebelin jatohnya malah ke ngurusin hidup orang, bukan mengkritik. nuy, jadi orang nggak boleh judes-judes, jutek, cuek, dsb. makasih atas kritikannya terutama kaum lelaki. tapi sifat dan karakter tiap individu berbeda bukan? begitulah sifat gue. dilahirkan dari keluarga yang tingkat kedisiplinannya tinggi, prihatin. tapi itu semua sangat baik untuk kehidupan gue kedepannya :).


pengen cerita sekilas aja, dulu gue bercita-cita ingin menjadi seorang polwan. awalnya aba & mamah memang merestui, tapi setelah dipikir-pikir lagi ternyata enggak. kasihan keluarga gue kelak ditinggal-tinggal. jadi yasudah diputuskan untuk menjadi wanita karir biasa dan direkomendasikan untuk mempunyai suami atau angkatan hihihi. tapi ya jodoh itu kan wallahualam yah.. Allah nggak mungkin ngasih jodoh yang nggak pantas untuk kita. apalagi kalau kita adalah wanita baik-baik :),,
jadi guys, jangan stres kalau fisik lo nggak cantik, putih, ideal, dsb. karena gue pribadi pun biasa, sangat biasa. mungkin nggak ada menarik-menariknya :) tapi yang terpenting adalah kepribadian kita. daripada berlomba-lomba untuk mempercantik diri, lebih baik berlomba-lomba untuk mempercantik hati. kalian pun harus tau, dekat dengan Allah swt insyaallah kita akan dipermudah dalam segala hal, amiiiinnnn ...

#Hilang ...



Aku. Aku kini berteman dengan sepi. Aku yang menjalani hari-hari dengan senyuman. Aku yang selalu ceria dimanapun aku menginjakkan kaki. Aku memiliki banyak teman. Aku selalu menyapa teman-temanku dimanapun kami bertemu. Tertawa. Aku suka sekali tertawa. Entah apa yang aku rasa aku selalu mencoba tertawa. Keceriaan yang orang lain selalu lihat dalam diriku. Mereka berpikir aku selalu bahagia. Tidak. Aku tidak selalu bahagia, tapi mencoba untuk terus bahagia.
Di kala sedang sendiri dan ditemani sepi, aku berpikir. Aku berpikir apa yang hilang dalam diriku. Aku mencari sesuatu itu. Aku selalu merasa ada yang hilang dalam diriku. Ini aku, ya memang aku. Tapi tidak lengkap. Aku merasa seperti ada yang pergi. Selalu aku berpikir dan mencari-cari. Hingga pada suatu saat, aku menemukan sesuatu itu. Sesuatu itu kusebut cinta.
Aku memang aku. Ya, tidak ada yang berubah sedikitpun. Tapi tidak dengan hatiku. Hatiku seperti tidak ada gunanya lagi. Hatiku tak dapat merasakan cinta. Ia seperti sakit. Ia tak ingin bahkan tak dapat lagi untuk membuka pintu dan membiarkan orang lain mengisinya. Aku menyadari ia seperti ini ketika aku meninggalkan seorang laki-laki dan hubungan kami berakhir. Hatiku kehilangan cinta dan meninggalkan luka di dalamnya. Luka yang aku tak tahu kapan dapat sembuh. Memang, Ia merespon baik ketika ada cinta yang datang padaku. Namun kemudian ia menelantarkannya. Ia tak suka, ia tak mau, ia tak sudi untuk membuka hatinya kembali dan membiarkan cinta yang lain masuk. Ia terlalu tertutup. Lalu? Lalu aku harus bagaimana? Sampai kapan aku harus menunggu? Hatiku seakan-akan telah rusak sehingga menelantarkan cinta dan kasih yang berdatangan. Membiarkan cinta dan kasih itu merasakan kecewa. Mungkin kecewa yang cukup besar. Aku tak dapat berbuat apa-apa. Aku bingung. Aku gelisah. Aku menangis ingin menangis. Aku tak ingin melukai dan mengecewakan perasaan orang lain.
1 minggu. 1 minggu waktu yang aku habiskan untuk dekat dengan seseorang. Setelah itu aku menjauh. Aku menghindar. Aku tak ada rasa apa-apa. Aku tak bisa menjalani kisah cinta baru dengannya. Mengapa? Apa ini karena dia? Apa masih ada bayang-bayangnya? Apa masih ada rasa yang tersimpan untuknya? Tapi untuk apa? Ini semua tidak berguna. Sampai kapanpun, aku dan dia tak dapat menyatu lagi. Hati kami sudah berjauhan. Dia disana, aku disini. Meski begitu, hati ini tetap pada pendiriannya. Tetap tidak mau membuka pintunya. Hati ini hanya terpaku pada yang jauh disana, bukan yang disini selalu menemani.
Tuhan. Entah sampai kapan hati ini begini. Aku tak tahu. Hanya Engkau yang mengetahui semua ini. Aku lelah. Jujur aku lelah bila harus terus hidup seperti ini. Aku selalu mengambil sisi positif. Engkau membuat hatiku seperti ini pasti untuk kebaikanku. Supaya aku tidak dengan mudahnya percaya laki-laki dan membiarkan hati ini menahan rasa sakit. Mungkin ini belum seberapa dengan yang ada jauh di depan nanti. Aku berusaha untuk selalu bersyukur. Aku berpikir Engkau sudah menyiapkan hati yang benar-benar tepat untuk mendatangi hatiku yang enggan untuk membuka pintu. Engkau pasti sudah mengembalikan sesuatu yang hilang itu. Namun aku tak sadar karena aku kurang bersyukur. Kelak, aku akan bahagia. Aku akan bahagia dengan seorang laki-laki yang memiliki hati berisi cinta dan kasih sayang yang tulus untukku. Bukan sekarang, tetapi nanti. Aku yakin itu. :)

Tulisan - Manusia dan Penderitaan


MANUSIA DAN PENDERITAAN

Penderitaan
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu perristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.
 Menurut saya penderitaan ada 2 macam yaitu :
-Penderitaan Jasmani,Dan
-Penderitaan Rohani (spiritual)
 Seseorang yang tidak mampu dan tidak kuat fisik serta mental untuk melawannya dapat mengalami kekalutan mental atau biasa kita sebut gangguan kejiwaan. Manusia yang mengalami kekalutan mental cenderung putus asa dan merasa tidak berguna lagi untuk hidup dan ingin mengakhiri hidupnya. Rasa putus asa itulah yang harus kita hindari untuk menjalani hidup.Namun,enderitaan tidak selamanya berpengaruh negatif dan merugikan, tetapi dapat merupakan energi pendorong untuk menciptakan manusia-manusia besar.

sumber : http://www.febri-sky.com/2012/05/manusia-dan-penderitaan.html

Tulisan - Manusia dan Keindahan

MANUSIA DAN KEINDAHAN


        Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam pengertian secara umum, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.


Pengalaman "keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.

      Menurut saya, keindahan pada manusia itu terbagi atas 2, keindahan dari dalam (inner beauty) dan keindahan dari luar (ekstern beauty). Yang dimaksud dari inner beauty adalah keindahan yang dimiliki seseorang dari hatinya. Misalkan seperti kebaikan hati, dermawan, suka menolong dan sifat-sifat baik yang muncul dari dalam hati. Sedangkan untuk ekstern beauty, merupakan kebalikannya, yaitu keindahan yang dimiliki seseorang yang nampak pada diri seseorang tersebut. Contohnya seperti kecantikan atau ketampanan yang saya sebutkan di awal.
     Dari pengertian keindahan diatas, telah jelas bahwa keindahan dan manusia berkaitan. Manusia tidak bisa lepas dari yang namanya keindahan. Dari 2 gender yang dimiliki manusia, perempuan memiliki keindahan berupa kecantikan. Sedangkan laki-laki mempunyai keindahan berupa ketampanan. Kecantikan dan ketampanan memang dimiliki setiap manusia. Tetapi, hal tersebut bersifat relatif. Tergantung dari mata siapa keindahan tersebut dilihat.

Jadi kesimpulanya : Bahwa setiap insan manusia pasti memiliki nilai keindahan tersendiri,tergantung dari cara pandan orang lain yang menilai diri kita

Tulisan - Ilmu Sosial Dasar sebagai Salah Satu MKDU

Ilmu Sosial Dasar Sebagai salah satu MKDU

     Apa manfaatnya kita mempelajari Ilmu Sosial Dasar di Perkuliahan???????
Kita sebagai mahasiswa seharusnya memahami ISD (Ilmu Sosial Dasar) sebagai bagian dari MKDU (mata kuliah dasar umum) untuk perkembangan kepribadian kita sebagai mahasiswa dalam berinteraksi dengan mahasiswa lain dan dalam menyelesaikan masalah -masalah yang timbul di lingkungan kampus.
Contohnya dalam mengerjakan tugas kelompok yang mengharuskan setiap mahasiswa mencari teman untuk membentuk sebuah kelompok. Dengan cara bersosialisasi menggunakan sikap yang baik maka  kita mudah diterima oleh teman karena mereka akan menilai sikap dan perbuatan kita serta cara berintraksi. Dalam kelompok kita dapat melatih diri untuk bersosialisasi untuk kelancaran tugas kelompok. Supaya tidak terjadi permusuhan diantara angota kelompok maka harus dicermati dalam pembagian tugas dan dalam 
menyelesaikan masalah – masalah yang yang timbul secara musyawarah selama proses pengerjaan tugas berlangsung.
Tujuan ISD (Ilmu Sosial Dasar) sebagai MKDU ( mata kuliah dasar umum ) digunakan sebagai patokan mahasiswa dalam menangani masalah – masalah social yang timbul di lingkungan kampus. Contoh masalah yang timbul antara lain pemilihan ketua dan anggota BEM ( badan eksekutif mahasiswa ). Dalam masalah ini calon pengurus BEM dituntut untuk bersosialisasi agar dapat memenangkan pemilihan. Cara bersosialisasi yaitu dengan cara membuat kampanye untuk menarik simpati para mahasiswa. Masalah lain yang timbul dari pemilihan pengurus BEM yaitu adanya keanekaragaman kelompok masa yang mendukung tiap-tiap calon pengurus BEM dalam lingkungan kampus, yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku yang berbeda, sehingga di khawatir kan terjadi keributan antara tiap-tiap kelompok tersebut.
Oleh karena itu ISD digunakan untuk membantu kepekaan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas, sehingga mahasiswa bisa berfikir secara logika dengan menggunakan otak, bukan dengan kekerasan atau cara exstrim lainnya.
Peranan mata kuliah Ilmu Sosial Dasar sangat penting bagi kehidupan mahasiswa sebagai pedoman mahasiswa untuk membetuk pola fikir dan dalam cara bersosialisasi dengan mahasiswa lain, serta cara menyelesaikan masalah – masalah yang timbul, karena mahasiswa Sebagai mahluk sosial selalu dihadapkan kepada masalah - masalah sosial yang tdak dapat dipisahkan dalah kehidupan. Masalah sosial ini timbul sebagai akibat dari hubungannya dengan sesama manusia lainnya dan akibat tingkah lakunya, Sehingga timbul pola fikir baru yang digunakan sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi masa depan.

Senin, 24 Desember 2012

4* Lapisan Sosial dan Kesamaan Derajat

Pelapisan Sosial




Pelapisan sosial atau stratifikasi sosial (social stratification) adalah pembedaan atau pengelompokan para anggota masyarakat secara vertikal (bertingkat). Definisi sistematik antara lain dikemukakan oleh Pitirim A. Sorokin bahwa pelapisan sosial merupakan pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (hierarkis). Perwujudannya adalah adanya lapisan-lapisan di dalam masyarakat, ada lapisan yang tinggi dan ada lapisan-lapisan di bawahnya. Setiap lapisan tersebut disebut strata sosial. P.J. Bouman menggunakan istilah tingkatan atau dalam bahasa belanda disebut stand, yaitu golongan manusia yang ditandai dengan suatu cara hidup dalam kesadaran akan beberapa hak istimewa tertentu dan menurut gengsi kemasyarakatan. Istilah stand juga dipakai oleh Max Weber.

Dasar-dasar pembentukan pelapisan sosial diantaranya yaitu :
> Ukuran kekayaan
> Ukuran kekuasaan dan wewenang
> Ukuran kehormatan
> Ukuran ilmu pengetahuan


KESAMAAN DERAJAT
Sebagai warga negara Indonesia, tidak dipungkiri adanaya kesamaan derajat antar rakyaknya, hal itu sudah tercantum jelas dalam UUD 1945 dalam pasal ..
1. Pasal 27
• ayat 1, berisi mengenai kewajiban dasar dan hak asasi yang dimiliki warga negara yaitu menjunjung tinggi hukum dan pemenrintahan
• ayat 2, berisi mengenai hak setiap warga negara atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan
2. Pasal 28, ditetapkan bahwa kemerdekaan berserikat dan berkumpul, menyampaikan pikiran lisan dan tulisan.
3. Pasal 29 ayat 2, kebebasan memeluk agama bagi penduduk yang dijamin oleh negara
4. Pasal 31 ayat 1 dan 2, yang mengatur hak asasi mengenai pengajaran.

Contoh kasus Pelapisan sosial dan Kesamaan derajat misalnya


Kasus Ade Irma misalnya, setelah 2 tahun memperjuangkan haknya mendapatkan pelayanan kesehatan, oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo baru bisa menerimanya. Walau keberhasilannya itu, harus dibayar mahal dengan nyawanya yang tidak tertolong. Ade, satu diantara sekian banyak pemilik sah kartu keluarga miskin yang ditolak keluhan kesehatannya oleh rumah sakit.
Risma Alfian, bocah pasangan Suharsono (25) dan Siti Rohmah (24), sudah empat belas bulan tergolek lemah di atas tempat tidurnya. Kepalanya yang terus membesar membuat Risma tidak bisa bangun. Sejak umur satu bulan, Risma sudah divonis terkena hydrocephalus (kelebihan cairan di otak manusia sehingga kepala penderita semakin besar).
Bidan tempatnya menerima imunisasi, meminta Risma segera menjalani operasi atas kelainan kepalanya itu. Operasi tidak serta merta bisa dilakukan lantaran butuh biaya yang begitu besar untuk mendanainya.
Bahkan dengan memiliki kartu Gakin yang diperolehnya dengan susah payah, juga tidak mampu bisa membawa Risma dalam perawatan medis. Risma ditolak RSCM lantaran tidak indikasi untuk dirawat.

Dari contoh kasus di atas dapat kita simpulkan bahwa Masyarakat kita sekarang ini tidak mampu berobat ke rumah sakit karena dirasakan biayanya sangat mahal. Pelayanan kesehatan bagi rakyat miskin yang diselenggarakan oleh pemerintah pun belum menjangkau keseluruhan masyarakat.

Dari sekian banyak dokter spesialis di Indonesia, saya sangat yakin bahwa hanya segelintir persen yang benar-benar bisa diandalkan. Bobroknya moral dunia kedokteran sebenarnya sudah dimulai sejak awal proses bagaimana seseorang itu bisa masuk di fakultas kedokteran. Biaya kuliahnya aja udah selangit. Konon lagi mereka-mereka yang mengambil jalur ekstensi.

Biayanya pasti lebih tinggi. Parahnya lagi bagi mereka yang berduit dan kuliah di kedokteran hanya untuk menjaga gengsi. Motivasi mahasiswanya juga berbeda-beda kan. Bayangin aja jika salah satu bidang paling vital di negeri ini, yaitu bidang kesehatan ditangani oleh lulusan fakultas kedokteran yang bermotivasi untuk mendapat ”duit”.

Pantas saja begitu mahalnya harga kesehatan di Indonesia. Kebanyakan dari mereka (saya tidak mengatakan semua), membuka praktek dan menetapkan tarif mahal kepada pasiennya agar bisa ”balik modal”. Tanpa peduli apakah pasien itu kaya atau miskin. Ini bukan hanya pendapat saya, tapi ini adalah pendapat publik. Pasien hanya dijadikan komoditas untuk memperkaya dokter.

 http://id.wikipedia.org/wiki/Orang_Indo
http://www.indosiar.com/ragam/masyarakat-miskin-bakal-sulit-sehat_61938.html

3* Warga Negara & Negara

Contoh Studi Kasus mengenai Warga negara dan Negara


yaitu dalam hal perkawinan campuran antara negara asli indonesia dengan Negara Lain, dalam perundang-undangan di Indonesia, perkawinan campuran didefinisikan dalam Undang-undang No.1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, pasal 57 : ”yang dimaksud dengan perkawinan campuran dalam Undang-undang ini ialah perkawinan antara dua orang yang di Indonesia tunduk pada hukum yang berlainan, karena perbedaan kewarganegaraan dan salah satu pihak berkewarganegaraan Indonesia”.

Persoalan yang rentan dan sering timbul dalam perkawinan campuran adalah masalah kewarganegaraan anak. UU kewarganegaraan yang lama menganut prinsip kewarganegaraan tunggal, sehingga anak yang lahir dari perkawinan campuran hanya bisa memiliki satu kewarganegaraan, yang dalam UU tersebut ditentukan bahwa yang harus diikuti adalah kewarganegaraan ayahnya. Pengaturan ini menimbulkan persoalan apabila di kemudian hari perkawinan orang tua pecah, tentu ibu akan kesulitan mendapat pengasuhan anaknya yang warga negara asing.

Definisi anak dalam pasal 1 angka 1 UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak adalah : “Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun, termasuk anak yang masih dalam kandungan”.

Dengan demikian anak dapat dikategorikan sebagai subjek hukum yang tidak cakap melakukan perbuatan hukum. Seseorang yang tidak cakap karena belum dewasa diwakili oleh orang tua atau walinya dalam melakukan perbuatan hukum. Anak yang lahir dari perkawinan campuran memiliki kemungkinan bahwa ayah ibunya memiliki kewarganegaraan yang berbeda sehingga tunduk pada dua yurisdiksi hukum yang berbeda. Berdasarkan UU Kewarganegaraan yang lama, anak hanya mengikuti kewarganegaraan ayahnya, namun berdasarkan UU Kewarganegaraan yang baru anak akan memiliki dua kewarganegaraan.

Opini : menurut saya anak yang lahir dari orangtua yang memiliki kewarganegaraan berbeda dan masih di bawah umur memiliki dua kewarganegaraan, setelah ia beranjak dewasa maka saat itulah ia bisa menetukan pilihannya sendiri yang akan mengikuti kewarganegaraan salah satu dari orangtuanya.