Selasa, 08 Januari 2013

KAMU-LAH IMANKU


Kamu hadir di situ.
Melihat aku. Menjaga setiap cercah pikiranku dari segala yang dapat menghancurkanku.
Kamu pernah bilang, kita hidup untuk mati. Dan mengutip perkataan Rasulullah SAW, kamu tak pernah lelah mengingatkan aku tentang betapa susahnya mengabaikan nikmat dunia.
Hidup itu harus seimbang, kataMu.
Jangan pernah merasa menyesal tidak bisa hadir dalam hura-hura nikmat dunia, hanya karena kamu harus menjalankan ibadah. Kamu yakin, nikmat kehidupan setelah mati nanti jauh lebih hebat daripada saat kita hidup di dunia ini.
Awalnya memang berat. Menyatukan visi dari dua kepala tidak pernah ada kata mudah. Tapi kamu berhasil merangkul egoku untuk meyakini visi-Mu. Seakan tidak ada batasan untuk kesabaranmu dalam mengarahkan aku ke kebaikan-kebaikanMu.
Aku aman terjaga dalam pikiranku saat ini.
Karena kamu.
Kamu yang tidak pernah lelah menghadapi proses itu; proses dimana aku selalu hampir menyerah hadapi egoku sendiri, kemudian sekuat hati enyahkan seluruh itu.
Kamu jagai aku, pikiranku, dengan kasih yang nyata. Kasih yang tidak pernah surut meski sempat tercoreng banyak jelaga.
Aku yakin, Insya Allah, bila memang suatu hari itu ada, nyata, aku yakin dengan sepenuh hati dan seizinNya..
Kamu-lah iman(m)ku.

Masyarakat Pedesaan Dan Masyarakat Perkotaan

PENGERTIAN MASYARAKAT

Masyarakat dapat mempunyai arti yang luas dan sempit. Dalam arti luas masyarakat adalah ekseluruhan hubungan-hubungan dalam hidup bersama dan tidak dibatasi oleh lingkungan, bangsa dan sebagainya. Atau dengan kata lain kebulatan dari semua perhubungan dalam hidup bermasyarakat. Dalam arti sempit masyarakat adalah sekelompok manusia yang dibatasi oleh aspek-aspek tertentu, misalnya territorial, bangsa, golongan dan sebagainya.

MASYARAKAT PEDESAAN

Masyarakat pedesaan selalu memiliki ciri-ciri atau dalam hidup bermasyarakat, yang biasanya tampak dalam perilaku keseharian mereka. Pada situasi dan kondisi tertentu, sebagian karakteristik dapat digeneralisasikan pada kehidupan masyarakat desa di Jawa. Namun demikian, dengan adanya perubahan sosial religius dan perkembangan era informasi dan teknologi, terkadang sebagian karakteristik tersebut sudah “tidak berlaku”. Masyarakat pedesaan juga ditandai dengan pemilikan ikatan perasaan batin yang kuat sesama warga desa, yaitu perasaan setiap warga/anggota masyarakat yagn amat kuat yang hakekatnya, bahwa seseorang merasa merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dimanapun ia hidup dicintainya serta mempunyai perasaan bersedia untuk berkorban setiap waktu demi masyarakatnya atau anggota-anggota masyarakat, karena beranggapan sama-sama sebgai masyarakat yang saling mencintai saling menghormati, mempunyai hak tanggung jawab yang sama terhadap keselamatan dan kebahagiaan bersama di dalam masyarakat.
Adapun yang menjadi ciri masyarakat desa antara lain :
  1. Didalam masyarakat pedesaan di antara warganya mempunyai hubungan yang lebih mendalam dan erat bila dibandingkan dengan masyarakat pedesaan lainnya di luar batas wilayahnya.
  2. Sistem kehidupan umumnya berkelompok dengan dasar kekeluargaan
  3. Sebagian besar warga masyarakat pedesaan hidup dari pertanian
  4. Masyarakat tersebut homogen, deperti dalam hal mata pencaharian, agama, adapt istiadat, dan sebagainya
Didalam masyarakat pedesaan kita mengenal berbagai macam gejala, khususnya tentang perbedaan pendapat atau paham yang sebenarnya hal ini merupakan sebab-sebab bahwa di dalam masyarakat pedesaan penuh dengan ketegangan –ketegangan sosial. Gejala-gejala sosial yang sering diistilahkan dengan :
-          konflik
-          kontraversi
-          kompetisi
MASYARAKAT PERKOTAAN
Masyarakat perkotaan sering disebut urban community . Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta cirri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Ada beberap ciri yang menonjol pada masyarakat kota yaitu :
  1. kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa
  2. orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Yang penting disini adalah manusia perorangan atau individu. Di kota – kota kehidupan keluarga sering sukar untuk disatukan , sebab perbedaan kepentingan paham politik , perbedaan agama dan sebagainya .
  3. Jalan pikiran rasional yang pada umumnya dianut masyarakat perkotaan , menyebabkan bahwa interaksi – interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada factor kepentingan daripada factor pribadi.
  4. pembagian kerja di antra warga-warga kota juga lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata
  5. kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa
  6. interaksi yang terjai lebih banyak terjadi berdasarkan pada factor kepentingan daripaa factor pribadi
  7. pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu
  8. perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.
PERBEDAAN MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN
  1. Lingkungan Umum dan Orientasi Terhadap Alam, Masyarakat perdesaan berhubungan kuat dengan alam, karena lokasi geografisnyadi daerah desa. Penduduk yang tinggal di desa akan banyak ditentukan oleh kepercayaan dan hukum alam. Berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota yang kehidupannya “bebas” dari realitas alam.
  2. Pekerjaan atau Mata Pencaharian, Pada umumnya mata pencaharian di dearah perdesaan adalah bertani tapi tak sedikit juga yg bermata pencaharian berdagang, sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha.
  3. Ukuran Komunitas, Komunitas perdesaan biasanya lebih kecil dari komunitas perkotaan.
  4. Kepadatan Penduduk, Penduduk desa kepadatannya lbih rendah bila dibandingkan dgn kepadatan penduduk kota,kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dgn klasifikasi dari kota itu sendiri.
  5. Homogenitas dan Heterogenitas, Homogenitas atau persamaan ciri-ciri sosial dan psikologis, bahasa, kepercayaan, adat-istiadat, dan perilaku nampak pada masyarakat perdesa bila dibandingkan dengan masyarakat perkotaan. Di kota sebaliknya penduduknya heterogen, terdiri dari orang-orang dgn macam-macam perilaku, dan juga bahasa, penduduk di kota lebih heterogen.
  6. Diferensiasi Sosial, Keadaan heterogen dari penduduk kota berindikasi pentingnya derajat yg tinggi di dlm diferensiasi Sosial.
  7. Pelapisan Sosial, Kelas sosial di dalam masyarakat sering nampak dalam bentuk “piramida terbalik” yaitu kelas-kelas yg tinggi berada pada posisi atas piramida, kelas menengah ada diantara kedua tingkat kelas ekstrem dari masyarakat.
Ada beberapa perbedaan pelapisan sosial yang tak resmi antara masyarakat desa dan kota:
  • pada masyarakat kota aspek kehidupannya lebih banyak system pelapisannya dibandingkan dengandi desa.
  • pada masyarakat desa kesenjangan antara kelas eksterm dalam piramida sosial tidak terlalu besar dan sebaliknya.
  • masyarakat perdesaan cenderung pada kelas tengah.
  • ketentuan kasta dan contoh perilaku.
Mobilitas Sosial.
Mobilitas berkaitan dgn perpindahan yg disebabkan oleh pendidikan kota yg heterogen, terkonsentrasi
nya kelembagaan-kelembagaan.
  • banyak penduduk yg pindah kamar atau rumah
  • waktu yg tersedia bagi penduduk kota untuk bepergian per satuan
  • bepergian setiap hari di dalam atau di luar
  • waktu luang di kota lbih sedikit dibandingkan di daerah perdesaan Interaksi Sosial.
  • masyarakat pedesaan lebih sedikit jumlahnya
  • dalam kontak sosial berbeda secara kuantitatif maupun secara kualitatif
ASPEK POSITIF DAN NEGATIF
Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial , ekonomi , kebudayaan dan politik . Kesemuanya ini akan dicerminkan dalam komponen – komponen yang memebentuk struktur kota tersebut . Jumlah dan kualitas komponen suatu kota sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pertumbuhan kota tersebut.
Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan , seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :
-          Wisma : Untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya.
-          Karya : Untuk penyediaan lapangan kerja.
-          Marga : Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi.
-          Suka : Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan kesenian.
-          Penyempurnaan : Untuk fasilitas keagamaan, perkuburan, pendidikan, dan utilitas umum.
Untuk itu semua , maka fungsi dan tugas aparatur pemerintah kota harus ditingkatkan :
a)    Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota . Untuk itu maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya .
b)    Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan cepat dan tepat , agar tidak disusul dengan masalah lainnya ;
c)    Masalah keamanan kota harus dapat ditangani dengan baik sebab kalau tidak , maka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru ;
d)    Dalam rangka pemekaran kota , harus ditingkatkan kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota dengan para pemimpin di tingkat kabupaten tetapi juga dapat bermanfaat bagi wilayah kabupaten dan sekitarnya .
Oleh karena itu maka kebijaksanaan perencanaan dan mengembangkan kota harus dapat dilihat dalam kerangka pendekatan yang luas yaitu pendekatan regional . Rumusan pengembangan kota seperti itu tergambar dalam pendekatan penanganan masalah kota sebagai berikut :
1)    Menekan angka kelahiran
2)    Mengalihkan pusat pembangunan pabrik (industri) ke pinggiran kota
3)    Membendung urbanisasi
4)    Mendirikan kota satelit dimana pembukaan usaha relatif rendah
5)    Meningkatkan fungsi dan peranan kota – kota kecil atau desa – desa yang telah ada di sekitar kota besar
6)    Transmigrasi bagi warga yang miskin dan tidak mempunyai pekerjaan.

*Contoh kasus :

Melonjaknya angka penduduk diJakarta pasca lebaran 
Pasca Lebaran, penduduk DKI Jakarta diprediksi melonjak sebanyak 60 ribu jiwa. 3 juta jiwa warga Jakarta yang mudik membawa sanak saudaranya ke Ibukota untuk mengadu nasib. Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo (Foke) mengancam akan memulangkan kaum urban yang tidak punya kerjaan di Jakarta.

Sudah jadi tradisi arus balik pe­rayaan Idhul Fitri diikuti ledakan jumlah penduduk di Jakarta. Ma­syarakat Ibukota yang mudik saat Lebaran, datang ke Jakarta lagi dengan menyertakan sanak sau­da­r­anya, untuk ikut mengadu nasib di Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bo­wo, mencatat masyarakat Ja­karta yang mudik ke beberapa dae­rah di Jawa dan Sumatera ta­hun ini mencapai 3 juta jiwa.Pasca Lebaran penduduk di Ja­karta dipastikan bakal makin pa­dat. Diprediksi 60 ribu jiwa kaum urban bakal masuk Ibukota untuk ikut mengadu nasib, mengais rezeki di Jakarta. Jika diamati, sejak tiga tahun ter­akhir memang tren urbanisasi pasca Lebaran menurun. Namun, penurunan angka urbanisasi itu tak selamanya berarti baik
sumber : http://achmadsaugi.wordpress.com/2009/12/11/masyarakat-perkotaan-dan-pedesaan/ 

Jumat, 04 Januari 2013

Ga suka? yaudah :)


eheemm... maaf ya kalau kata-kata gue agak sensitif hehehe. begini loh, kenapa sih orang banyak mengkritik tapi giliran di kritik balik nggak mau? oke, mengkritik itu hak siapapun. tapi ada batasannya juga kayanya. ini yang gue sebelin jatohnya malah ke ngurusin hidup orang, bukan mengkritik. nuy, jadi orang nggak boleh judes-judes, jutek, cuek, dsb. makasih atas kritikannya terutama kaum lelaki. tapi sifat dan karakter tiap individu berbeda bukan? begitulah sifat gue. dilahirkan dari keluarga yang tingkat kedisiplinannya tinggi, prihatin. tapi itu semua sangat baik untuk kehidupan gue kedepannya :).


pengen cerita sekilas aja, dulu gue bercita-cita ingin menjadi seorang polwan. awalnya aba & mamah memang merestui, tapi setelah dipikir-pikir lagi ternyata enggak. kasihan keluarga gue kelak ditinggal-tinggal. jadi yasudah diputuskan untuk menjadi wanita karir biasa dan direkomendasikan untuk mempunyai suami atau angkatan hihihi. tapi ya jodoh itu kan wallahualam yah.. Allah nggak mungkin ngasih jodoh yang nggak pantas untuk kita. apalagi kalau kita adalah wanita baik-baik :),,
jadi guys, jangan stres kalau fisik lo nggak cantik, putih, ideal, dsb. karena gue pribadi pun biasa, sangat biasa. mungkin nggak ada menarik-menariknya :) tapi yang terpenting adalah kepribadian kita. daripada berlomba-lomba untuk mempercantik diri, lebih baik berlomba-lomba untuk mempercantik hati. kalian pun harus tau, dekat dengan Allah swt insyaallah kita akan dipermudah dalam segala hal, amiiiinnnn ...

#Hilang ...



Aku. Aku kini berteman dengan sepi. Aku yang menjalani hari-hari dengan senyuman. Aku yang selalu ceria dimanapun aku menginjakkan kaki. Aku memiliki banyak teman. Aku selalu menyapa teman-temanku dimanapun kami bertemu. Tertawa. Aku suka sekali tertawa. Entah apa yang aku rasa aku selalu mencoba tertawa. Keceriaan yang orang lain selalu lihat dalam diriku. Mereka berpikir aku selalu bahagia. Tidak. Aku tidak selalu bahagia, tapi mencoba untuk terus bahagia.
Di kala sedang sendiri dan ditemani sepi, aku berpikir. Aku berpikir apa yang hilang dalam diriku. Aku mencari sesuatu itu. Aku selalu merasa ada yang hilang dalam diriku. Ini aku, ya memang aku. Tapi tidak lengkap. Aku merasa seperti ada yang pergi. Selalu aku berpikir dan mencari-cari. Hingga pada suatu saat, aku menemukan sesuatu itu. Sesuatu itu kusebut cinta.
Aku memang aku. Ya, tidak ada yang berubah sedikitpun. Tapi tidak dengan hatiku. Hatiku seperti tidak ada gunanya lagi. Hatiku tak dapat merasakan cinta. Ia seperti sakit. Ia tak ingin bahkan tak dapat lagi untuk membuka pintu dan membiarkan orang lain mengisinya. Aku menyadari ia seperti ini ketika aku meninggalkan seorang laki-laki dan hubungan kami berakhir. Hatiku kehilangan cinta dan meninggalkan luka di dalamnya. Luka yang aku tak tahu kapan dapat sembuh. Memang, Ia merespon baik ketika ada cinta yang datang padaku. Namun kemudian ia menelantarkannya. Ia tak suka, ia tak mau, ia tak sudi untuk membuka hatinya kembali dan membiarkan cinta yang lain masuk. Ia terlalu tertutup. Lalu? Lalu aku harus bagaimana? Sampai kapan aku harus menunggu? Hatiku seakan-akan telah rusak sehingga menelantarkan cinta dan kasih yang berdatangan. Membiarkan cinta dan kasih itu merasakan kecewa. Mungkin kecewa yang cukup besar. Aku tak dapat berbuat apa-apa. Aku bingung. Aku gelisah. Aku menangis ingin menangis. Aku tak ingin melukai dan mengecewakan perasaan orang lain.
1 minggu. 1 minggu waktu yang aku habiskan untuk dekat dengan seseorang. Setelah itu aku menjauh. Aku menghindar. Aku tak ada rasa apa-apa. Aku tak bisa menjalani kisah cinta baru dengannya. Mengapa? Apa ini karena dia? Apa masih ada bayang-bayangnya? Apa masih ada rasa yang tersimpan untuknya? Tapi untuk apa? Ini semua tidak berguna. Sampai kapanpun, aku dan dia tak dapat menyatu lagi. Hati kami sudah berjauhan. Dia disana, aku disini. Meski begitu, hati ini tetap pada pendiriannya. Tetap tidak mau membuka pintunya. Hati ini hanya terpaku pada yang jauh disana, bukan yang disini selalu menemani.
Tuhan. Entah sampai kapan hati ini begini. Aku tak tahu. Hanya Engkau yang mengetahui semua ini. Aku lelah. Jujur aku lelah bila harus terus hidup seperti ini. Aku selalu mengambil sisi positif. Engkau membuat hatiku seperti ini pasti untuk kebaikanku. Supaya aku tidak dengan mudahnya percaya laki-laki dan membiarkan hati ini menahan rasa sakit. Mungkin ini belum seberapa dengan yang ada jauh di depan nanti. Aku berusaha untuk selalu bersyukur. Aku berpikir Engkau sudah menyiapkan hati yang benar-benar tepat untuk mendatangi hatiku yang enggan untuk membuka pintu. Engkau pasti sudah mengembalikan sesuatu yang hilang itu. Namun aku tak sadar karena aku kurang bersyukur. Kelak, aku akan bahagia. Aku akan bahagia dengan seorang laki-laki yang memiliki hati berisi cinta dan kasih sayang yang tulus untukku. Bukan sekarang, tetapi nanti. Aku yakin itu. :)

Tulisan - Manusia dan Penderitaan


MANUSIA DAN PENDERITAAN

Penderitaan
Penderitaan termasuk realitas dunia dan manusia. Intensitas penderitaan manusia bertingkat-tingkat, ada yang berat dan ada juga yang ringan. Namun, peranan individu juga menentukan berat-tidaknya Intensitas penderitaan. Suatu perristiwa yang dianggap penderitaan oleh seseorang, belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan merupakan energi untuk bangkit bagi seseorang, atau sebagai langkah awal untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Akibat penderitaan yang bermacam-macam. Ada yang mendapat hikmah besar dari suatu penderitaan, ada pula yang menyebabkan kegelapan dalam hidupnya. Oleh karena itu, penderitaan belum tentu tidak bermanfaat. Penderitaan juga dapat ‘menular’ dari seseorang kepada orang lain, apalagi kalau yang ditulari itu masih sanak saudara.
 Menurut saya penderitaan ada 2 macam yaitu :
-Penderitaan Jasmani,Dan
-Penderitaan Rohani (spiritual)
 Seseorang yang tidak mampu dan tidak kuat fisik serta mental untuk melawannya dapat mengalami kekalutan mental atau biasa kita sebut gangguan kejiwaan. Manusia yang mengalami kekalutan mental cenderung putus asa dan merasa tidak berguna lagi untuk hidup dan ingin mengakhiri hidupnya. Rasa putus asa itulah yang harus kita hindari untuk menjalani hidup.Namun,enderitaan tidak selamanya berpengaruh negatif dan merugikan, tetapi dapat merupakan energi pendorong untuk menciptakan manusia-manusia besar.

sumber : http://www.febri-sky.com/2012/05/manusia-dan-penderitaan.html

Tulisan - Manusia dan Keindahan

MANUSIA DAN KEINDAHAN


        Keindahan atau keelokan merupakan sifat dan ciri dari orang, hewan, tempat, objek, atau gagasan yang memberikan pengalaman persepsi kesenangan, bermakna, atau kepuasan. Dalam pengertian secara umum, keindahan diartikan sebagai keadaan yang enak dipandang, cantik, bagus benar atau elok. Keindahan dipelajari sebagai bagian dari estetika, sosiologi, psikologi sosial, dan budaya. Sebuah "kecantikan yang ideal" adalah sebuah entitas yang dikagumi, atau memiliki fitur yang dikaitkan dengan keindahan dalam suatu budaya tertentu, untuk kesempurnaannya.


Pengalaman "keindahan" sering melibatkan penafsiran beberapa entitas yang seimbang dan selaras dengan alam, yang dapat menyebabkan perasaan daya tarik dan ketenteraman emosional. Karena ini adalah pengalaman subyektif, sering dikatakan bahwa beauty is in the eye of the beholder atau "keindahan itu berada pada mata yang melihatnya.

      Menurut saya, keindahan pada manusia itu terbagi atas 2, keindahan dari dalam (inner beauty) dan keindahan dari luar (ekstern beauty). Yang dimaksud dari inner beauty adalah keindahan yang dimiliki seseorang dari hatinya. Misalkan seperti kebaikan hati, dermawan, suka menolong dan sifat-sifat baik yang muncul dari dalam hati. Sedangkan untuk ekstern beauty, merupakan kebalikannya, yaitu keindahan yang dimiliki seseorang yang nampak pada diri seseorang tersebut. Contohnya seperti kecantikan atau ketampanan yang saya sebutkan di awal.
     Dari pengertian keindahan diatas, telah jelas bahwa keindahan dan manusia berkaitan. Manusia tidak bisa lepas dari yang namanya keindahan. Dari 2 gender yang dimiliki manusia, perempuan memiliki keindahan berupa kecantikan. Sedangkan laki-laki mempunyai keindahan berupa ketampanan. Kecantikan dan ketampanan memang dimiliki setiap manusia. Tetapi, hal tersebut bersifat relatif. Tergantung dari mata siapa keindahan tersebut dilihat.

Jadi kesimpulanya : Bahwa setiap insan manusia pasti memiliki nilai keindahan tersendiri,tergantung dari cara pandan orang lain yang menilai diri kita

Tulisan - Ilmu Sosial Dasar sebagai Salah Satu MKDU

Ilmu Sosial Dasar Sebagai salah satu MKDU

     Apa manfaatnya kita mempelajari Ilmu Sosial Dasar di Perkuliahan???????
Kita sebagai mahasiswa seharusnya memahami ISD (Ilmu Sosial Dasar) sebagai bagian dari MKDU (mata kuliah dasar umum) untuk perkembangan kepribadian kita sebagai mahasiswa dalam berinteraksi dengan mahasiswa lain dan dalam menyelesaikan masalah -masalah yang timbul di lingkungan kampus.
Contohnya dalam mengerjakan tugas kelompok yang mengharuskan setiap mahasiswa mencari teman untuk membentuk sebuah kelompok. Dengan cara bersosialisasi menggunakan sikap yang baik maka  kita mudah diterima oleh teman karena mereka akan menilai sikap dan perbuatan kita serta cara berintraksi. Dalam kelompok kita dapat melatih diri untuk bersosialisasi untuk kelancaran tugas kelompok. Supaya tidak terjadi permusuhan diantara angota kelompok maka harus dicermati dalam pembagian tugas dan dalam 
menyelesaikan masalah – masalah yang yang timbul secara musyawarah selama proses pengerjaan tugas berlangsung.
Tujuan ISD (Ilmu Sosial Dasar) sebagai MKDU ( mata kuliah dasar umum ) digunakan sebagai patokan mahasiswa dalam menangani masalah – masalah social yang timbul di lingkungan kampus. Contoh masalah yang timbul antara lain pemilihan ketua dan anggota BEM ( badan eksekutif mahasiswa ). Dalam masalah ini calon pengurus BEM dituntut untuk bersosialisasi agar dapat memenangkan pemilihan. Cara bersosialisasi yaitu dengan cara membuat kampanye untuk menarik simpati para mahasiswa. Masalah lain yang timbul dari pemilihan pengurus BEM yaitu adanya keanekaragaman kelompok masa yang mendukung tiap-tiap calon pengurus BEM dalam lingkungan kampus, yang masing-masing mempunyai kepentingan kebutuhan serta pola-pola pemikiran dan pola-pola tingkah laku yang berbeda, sehingga di khawatir kan terjadi keributan antara tiap-tiap kelompok tersebut.
Oleh karena itu ISD digunakan untuk membantu kepekaan wawasan pemikiran dan kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan pemikiran yang lebih luas, sehingga mahasiswa bisa berfikir secara logika dengan menggunakan otak, bukan dengan kekerasan atau cara exstrim lainnya.
Peranan mata kuliah Ilmu Sosial Dasar sangat penting bagi kehidupan mahasiswa sebagai pedoman mahasiswa untuk membetuk pola fikir dan dalam cara bersosialisasi dengan mahasiswa lain, serta cara menyelesaikan masalah – masalah yang timbul, karena mahasiswa Sebagai mahluk sosial selalu dihadapkan kepada masalah - masalah sosial yang tdak dapat dipisahkan dalah kehidupan. Masalah sosial ini timbul sebagai akibat dari hubungannya dengan sesama manusia lainnya dan akibat tingkah lakunya, Sehingga timbul pola fikir baru yang digunakan sebagai bekal mahasiswa dalam menghadapi masa depan.